Iklan Billboard 970x250

Anies Baswedan: Pasokan Pangan di Jakarta Aman, Harga Mayoritas Turun Setelah Lebaran

Anies Baswedan: Pasokan Pangan di Jakarta Aman, Harga Mayoritas Turun Setelah Lebaran

Anies Baswedan: Pasokan Pangan di Jakarta Aman, Harga Mayoritas Turun Setelah Lebaran

BERITA TERBARU - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuliskan pasokan bahan pangan ke Jakarta aman sampai-sampai harga turun. Oleh karena itu, menurut keterangan dari Anies, pasokan bahan pangan ke lokasi tinggal tangga di Jakarta pasca Lebaran aman

"Alhamdullilah sekitar ini semua pasokan keperluan pokok pangan di Jakarta tersebut aman, sebab aman itulah harga-harga beberapa besar turun. Kenapa turun? Karena pasokannya terjamin, suplainya cukup, dengan situasi itu, maka Insyaallah lokasi tinggal tangga di Jakarta aman guna hari-hari pasca Lebaran ini. Bahkan, sekitar Lebaran kemarin pun, harga terkendali," ucap Anies untuk wartawan, di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (10/6/2019).

Anies menyatakan Pemprov DKI Jakarta membagi tugas antara Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) dengan sejumlah BUMD. Pembagian tugas tersebut untuk mengefektifkan penyediaan dan pengendalian harga pangan.

Sementara itu, BUMD berfokus pada penyediaan stok pangan di pasar, sampai-sampai tidak terdapat kelangkaan komoditas yang dapat menaikkan naik.

"SKPD merumuskan kebutuhan, mereka yang mengukur sejumlah kebutuhan pangan di Jakarta. Info ini didapat lengkap. Kemudian, saya menugaskan 3 BUMD, Tjipinang Food Station, lantas Pasar Jaya, dan Dharma Jaya. Mereka yang meyakinkan (tersedia) suplai," kata Anies

Anies menambahkan harga pangan di Jakarta dapat mempengaruhi harga pangan di wilayah lain. Jika Jakarta stabil, harga nasional juga stabil.

"Begitu harga pangan di Jakarta stabil, maka efek nasionalnya besar. Apalagi, anda tahu bahwa 18 persen dari GDP tersebut disumbangkan oleh Jakarta. Jadi bila Jakarta stabil, Insyaallah nasionalnya stabil," ujar Anies.

Sebelumnya, detikFinance memeriksa harga cabai merah keriting di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan masih dipasarkan tinggi, yaitu Rp 80.000 per kilogram (kg) sesudah Lebaran.

Salah satu pedagang, Emilia menuliskan pada dasarnya harga cabai itu normalnya dipasarkan Rp 25.000 per kg. Kenaikan sudah terjadi secara bertahap dari bulan puasa.

"Keriting naik, modalnya besar. Sekarang dipasarkan Rp 80.000-Rp 70.000-an per kg. Normalnya tersebut Rp 25.000 padahal," jelas Emilia, Sabtu (8/6).

Di samping bumbu dapur tersebut, ternyata harga tomat sampai wortel di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan pun mengalami kenaikan.

Salah satu pedagang, Lanjar menuliskan harga tomat baru naik menjadi Rp 24.000 per kg. Padahal harga tomat seringkali dijual Rp 12.000 per kg. Ia pun mengaku harga beli tomat di Pasar Induk Kramat Jati telah menjangkau Rp 20.000 per kg.

"Tomat ini mantap, baru tadi malam naik, modalnya Rp 20.000 di pasar Induk Kramat Jati. Di sini jualnya Rp 24.000 padahal, seringkali Rp 12.000," jelasnya, Sabtu (8/6).

Di samping itu, guna wortel dipasarkan mencapai Rp 18.000 per kg. Angka ini bertambah dari seringkali Rp 12.000 per kg.

"Wortel naik Rp 14.000 modalnya. Kalau jualnya Rp 16.000 hingga Rp 18.000 per kg," jelas dia.

sumber : https://finance.detik.com/
Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment