Iklan Billboard 970x250

Mengapa Klopp Sukses di Liverpool tapi Mourinho Gagal di MU

Mengapa Klopp Sukses di Liverpool tapi Mourinho Gagal di MU

Mengapa Klopp Sukses di Liverpool tapi Mourinho Gagal di MU

Berita Terkini - Mantan pemain Liverpool, John Barnes percaya keberhasilan Liverpool menjangkau final Liga Champions ialah bukti pentingnya sokongan klub pada pelatih. Dia menyebut Manchester United yang tidak pernah inginkan memberikan sokongan maksimal pada pelatihnya.

Jurgen Klopp baru saja membimbing Liverpool guna mewujudkan come back impresif atas Barcelona di semifinal Liga Champions. The Reds takluk 0-3 di leg kesatu, tetapi dapat membalas 4-0 di Anfield guna melaju ke final.

Permainan Liverpool pada leg kedua tersebut mengundang tidak sedikit pujian. Setiap pemain tampil tanpa rasa takut. Mereka terlihat bermain dengan mengerahkan semua tenaga mereka denganpaduan hasrat yang tinggi.

Berdasarkan keterangan dari Barnes, Klopp ialah pelatih yang mendapatkan keyakinan penuh dari empunya klub. Mantan bos Borussia Dortmund tersebut mendpatkan sokongan finansial untuk melakukan pembelian pemain-pemain yang dia butuhkan, dan Klopp dilepaskan membentuk tim cocok keinginannya.

"Mereka [pemilik Liverpool] memercayai Klopp sebab memang mesti melakukannya. Hierarki sudah memberi keleluasaan untuk Jurgen Klopp untuk menciptakan keputusan," buka Barnes untuk Mirror.

Ketika Klopp mendapatkan kemerdekaan seperti itu, situasi tim jadi jauh lebih baik. Para pemain juga memercayai dia. "Ketika Klopp mengajak pemain melompat, mereka mesti melompat."

Situasi positif yang didapati Klopp tersebut berbanding terbalilk dengan Jose Mourinho. Saat masih mengajar MU, Mourinho kendala mendisiplinkan pemain-pemain yang dianak-emaskan oleh empunya klub.

Mourinho tidak leluasa guna memerintah pemain dan menyusun tim cocok keinginannya. Konflik antara pelatih dengan pemain juga tidak dapat dihindari, dan Mourinho yang jadi korban.

"Para pemain tidak butuh melompat [ketika diminta] di klub terarkhir Jose [Mourinho], dan kamu sudah menyaksikan apa yang terjadi."

"Ketika kamu memberikan kekuatan pada pelatih, semua pemain dipaksa guna menurutinya dan tidak terdapat yang boleh meragukan sang pelatih," tutup Barnes.

Sebaliknya, MU malah membiarkan pemain-pemain menentang perintah Mourinho. Kondisi skuat jadi tidak nyaman, pada akhirnya tidak jarang kali pelatih yang jadi korban.
Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment